Judul : SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM
link : SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM
SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM
SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM
Sabtu,17 Desember 2017
Selamat siang untuk para pencinta alam, dimanapun kalian. Yang saya kenal, maupun tidak. Untuk kalian di tengah hiruk pikuk kota, dan merindukan tapal batas pegunungan. Untuk kalian di tengah nadi perekonomian, dan merindukan laut tanpa tepi. Surat ini untuk kalian.
Kenalin Nama gue Aditya Prasetyo asal Bandung dan bersekolah di SMK TI PEMBANGUNAN Cimahi dan gue adalah seorang pecandu senja dan Perindu Dia. Hahh???Dia???Iyaa dia yang sekarang gatau udah kemana keberadaannya hehe.Ouh iyaa Ga pernah ada batasan untuk mencintai alam, siapapun lo, pencinta alam organisasi, atau pun independen, boleh kok naik gunung. Istilah pencinta alam terlalu sempit jika diartikan hanya untuk mereka yang tergabung dalam sebuah kelompok, tapi siapa saja yang mau mencintai Indonesia secara dekat.
5 bulan yang lalu, untuk sebuah Kesenangan yaa karena waktu itu libur sekolah yaa,saya pergi bersama 6 teman saya ke pangalengan jawa barat,Tujuan kami kesana untuk melakukan suatu pendakian dan itu adalah pendakian pertama saya.Banyak pecinta alam bilang, anak muda sia-sia jika tidak pergi keliling Indonesia. Damn, Indonesia is dangerously beautiful! Kita tidak perlu masuk ke sebuah organisasi untuk bertualang, yang diperlukan adalah kemauan untuk belajar dan mencintai setiap jengkal Indonesia. Setidaknya itulah bekal para aktivis. Khususnya aktivis lingkungan. Tak ada gunanya melawan degradasi dan deforestasi hutan, jika kita tidak pernah masuk dan trekking di dalam belantara hutan Indonesia. Tak ada gunanya melawan perusakan laut jika kita tidak melihat sendiri keindahan coral yang tidak terjamah dan coral yang sudah mengalami bleaching. Tak ada gunanya pula berteriak untuk hak kaum nelayan dan petani jika tidak pernah hidup bersama mereka. Maka saya terima tantangan itu dengan merasakan bagaimana rasanya sebuah pendakian.
Sebuah perjalanan di tengah terik dan keringnya tenggorokan karena yaa mungkin cuaca sangat terik sekali.Bertualang di tengah keramaian kota, ditemani dengan alat transportasi yang membuat macet jalanan dan polusi udara. Sebuah perjalanan yang mengajarkan saya, teman sejati kita dapatkan di tengah kesusahan mencapai tujuan, bukan hura-hura mall dan disko. Analoginya, seorang sahabat tidak akan meninggalkanmu hanya karena kamu dehidrasi, atau hipotermia. Pun jika kamu mati, ia akan membawa jasadmu turun dan datang kembali ke tempat kamu mati. Di tempat lain, seorang teman mungkin akan meninggalkanmu mabuk dan menertawaimu karena muntah-muntah yang disebabkan oleh bir yang kamu minum, dan kemudian lupa akan semua gemerlap yang kamu lalui bersama.
Artapela,Keindahannya ini yang menjadi alasan saya berani untuk mencoba melakukakn pendakian. Inilah, tempat terindah yang mungkin pernah saya jejaki. Saya disana dipaksa berteduh saat melakukan perjalanan karena hujan yang terlalu lebat dan akhirnya berdeduh pada sebuah saung,dan dalam perjalanan saya menglami kesulitan karena ada satu orang teman yang tidak sanggup melakukan perjalanan dan akibat hari sudah petang akhirnya kami kembali berteduh di sebuah saung milik petani disana,petani itu sangat baik yaa kami disambut baik disana dan diberi persediaan air dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan pada akhirnya kami sampai puncak pada jam 8 malam lalu keesokannya seperti pendaki lainnya kami mengaabadikan momen itu dan kami pulang dari puncak sulibra itu yang dikenal samudera awannya pada pukul 9 pagi dan perjalanan itu adalah kenangan yang tidak bisa saya lupakan. Saya cinta Indonesia. Saya cinta setiap jengkal tanahnya. Dan kalian, yang mengajarkan saya untuk terus menjelajah Indonesia dan mencintai tanah serta penduduknya, dari dekat.
Cikuray,Kisah kedua yang saya alami karena disini saya bersama kedua teman saya pergi dari bandung ke garut hanya untuk menaklukannya dan merasakan keindahan samudera awannya beserta terangnya kota garut dibawah gemerlapnya malam hari saya diajarkan bahwa kita diajarkan kebersamaan dari sini dan banyak orang bilang”Kita dapat tau bagaimana sifat orang dengan melakukan pendakian”Percaya ga percaya yaa memang nyatanya seperti itu bahwa seorang teman pun akan egois saat melakukan pendakian tapi itu menjadi pengalaman paling berkesan dalam hidup saya.
Cikuray,pangrango,burangrang,Lembang dan tempat indah lainnya hanyalah beberapa kisah lainnya, yang makin mendorong saya belajar untuk survive di tengah alam yang kuat. Seperti halnya peringatan di Gunung Salak bahwa manusia hanya bisa menjejaki puncak gunung, bukan menaklukkannya. Kalian, manusia-manusia berjiwa kuat, membuat saya jatuh cinta dengan prinsip-prinsip untuk tidak merusak alam, menghormati alam, mencintai alam, dan bertahan hidup. Sebuah tanya bagaimana manusia bisa mengalahkan "survival for the fittest" Darwin, terjawab jika saya mengamati perilaku para pencinta alam.
Kalian, yang berjabat tangan mesra meski belum saling mengenal.
Kalian, yang berbagi makanan di tengah dinginnya udara dan kurangnya kebutuhan biologis.
Kalian, yang berbagi pemandangan di tengah gelapnya malam, dan teriknya matahari.
Kalian, yang menembus hujan dan tebaran debu pasir.
Kalian, yang saling menguatkan, saling mengajarkan, dan saling membantu tanpa banyak bicara.
Kalian, yang mau membagi berat bawaan dan berbagi tempat untuk sekedar beristirahat.
Kalian, yang berteriak di tengah tanah lapang setelah berhasil mengalahkan diri sendiri.
Kalian, yang mau membantu saya selama ini, meski saya bukan bagian dari organisasi kalian.
Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari hidup di alam bebas, yang mungkin tidak akan pernah dimengerti oleh mereka yang belum ikut langsung dalam perjalanan kalian.
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
Now I see the secret of the making of the best persons,
It is to grow in the open air, and to eat and sleep with the earth. - walt Whitman.
Saya rasa mereka yang belum pernah merasakan hangatnya kalian, dan bagaimana hidup bersama kalian belum pantas berkomentar apapun tentang kalian. Tidak, satu kata pun.
Saya cinta kalian, saya berterima kasih kepada kalian wahai teman teman dan bagi pecinta alam yang berbagi canda dan tawa bersama berkat kalian kegundahan dan kesedihanku sirna.
Selamat siang, selamat beraktivitas kembali. Sampai jumpa di kala kita bertemu nanti.
...Tegaklah ke langit luas, atau awan yang mendung, Kita tak'kan pernah menanamkan apa-apa, Kita tak'kan pernah kehilangan apa-apa...
Demikianlah Artikel SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM
Sekianlah artikel SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM dengan alamat link https://tendalapangan.blogspot.com/2018/10/surat-cinta-untuk-para-pencinta-alam.html



0 Response to "SURAT CINTA UNTUK PARA PENCINTA ALAM"
Post a Comment